4D (DOSA DIAKUI, DIAMPUNI, DIUTUS)

Renungan Minggu Ini 6Februari 2022

 (Minggu Biasa, Minggu Pertama)

“4D (DOSA DIAKUI, DIAMPUNI, DIUTUS)"

(Yesaya 6:1-8 (9-13) dan Lukas 5:1-11)

 

Melalui bacaan pertama, kita mengenal Yesaya sebagai sosok yang memiliki kesadaran bahwa dirinya berdosa. Dia mengakuinya, tak juga mengelaknya. Itulah sikap pertama yang perlu dibangun atas dosa. Namun dia juga adalah orang-orang yang merasakan kasih pengampunan dari Allah. Itulah sikap kedua yang perlu diyakini sebagai orang yang berdosa dan menyesal. Sikap ketiga adalah,  kemudian bersedia untuk diutus mewartakan misi Allah. Hal tersebut menunjukkan bahwa keadaan manusia yang berdosa tak lantas menjadi penghalang bagi Allah untuk memanggil manusia, demikian juga bagi manusia untuk bersedia diutus Allah. Sungguh nyata bahwa penerimaan dan pengampunan memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mengubah kehidupan seseorang, khususnya dalam hal kesediaan berkarya bagi Allah.

Kadangkala, kita tak selalu mudah bahkan untuk sampai pada sikap yang pertama sekalipun. Mengakui dosa sendiri terdengar mudah, namun tak selalu semudah kedengarannya. Ada juga yang mungkin mengakui dosanya, namun tak sepenuhnya meyakini dalam hati bahwa Allah memberikan pengampunan sehingga terus-terusan menghukum atau menghakimi dirinya sendiri. Terlebih untuk sampai pada sikap yang ketiga, tentu menjadi perjalanan panjang yang perlu untuk digumuli. Maka sanggupkah kita melakukan 4 D? Dosa Diakui, Diampuni dan Diutus. Amin