HARAPAN YESUS DALAM DOA-NYA BAGI KITA

Renungan Minggu Ini 16 Mei 2021

 (Minggu VII Paskah, Minggu Ketiga)

HARAPAN YESUS DALAM DOA-NYA BAGI KITA

(1 Yohanes 5:9-13 dan Yohanes 17:6-19)

 

Paska kenaikan-Nya ke surga, Pada ayat 11-15,Yesus menaikkan doa permohonan agar para murid senantiasa dipelihara oleh Tuhan. Pemeliharaan Allah dalam diri para murid menjadi begitu penting buat Yesus. Para murid yang selama ini mengikuti-Nya, telah melihat kuasa kemuliaan Allah di dalam diri Yesus. Yesus telah menjaga mereka, selayaknya gembala yang menjaga, merawat, dan melindungi domba-dombanya agar tidak tersesat dan hilang. Di sinilah, Yesus memohonkan kepada Bapa agar bentuk pemeliharaan yang demikian tetap dinyatakan kepada para murid yang akan mengemban tugas kerasulan. Yesus menyadari bahwa diri-Nya tinggal sesaat saja untuk berada di dalam dunia. Meski demikian, dunia tidak akan pernah dibiarkan-Nya begitu saja. Untuk itulah, Yesus juga berdoa agar para murid dimantapkan untuk diutus kepada dunia yang nantinya akan membenci mereka.

Di sini tantangannya, bukan dunialah yang seharusnya kita benci, tetapi perilaku manusia yang destruktif yang harus kita tinggalkan. Caranya bagaimana? Kita harus punya iman yang murni, teguh, dan utuh untuk mengarungi dunia yang keruh ini. Iman yang teguh dapat bertahan di tengah moralitas yang runtuh. Iman yang teguh dapat mengantisipasi dan menolak pilihan-pilihan yang menyesatkan. Hal inilah yang ditegaskan dalam 1 Yohanes 5:9-13 yang mengajak agar orang-orang percaya tidak menyerah dalam mempersaksikan kebenaran Injil. Tidak menyerah dan payah iman, sekalipun dunia yang kita tinggali dan hidupi saat ini dipenuhi dengan pergumulan yang menyesakkan diri. Di situlah iman mengalahkan dunia. Mengalahkan godaan dan tawaran yang sesat dari kehidupan kita. Kiranya Tuhan menolong. Amin

YESUS GEMBALA YANG BAIK, NAMUN SUDAHKAH KITA MENJADI DOMBA-NYA YANG BAIK?

Renungan Minggu Ini 25 April 2021

 (Mingg IV Paskah, Minggu Keempat)

YESUS GEMBALA YANG BAIK, NAMUN SUDAHKAH KITA MENJADI DOMBA-NYA YANG BAIK?

(Mazmur 23 dan Yohanes 10:11-18)

 

Yesus adalah Gembala yang Baik, bacaan pertama hari ini juga menegaskan mengenai identitas Yesus sebagai Gembala yang Baik. Bahkan mungkin banyak di antara Saudara yang juga mengenal Yesus sebagai Gembalanya secara pribadi. Lalu begitu banyak alasan akan muncul ketika seseorang ditanya, mengapa Yesus dipahami sebagai Gembala yang Baik. Ada banyak hal yang menunjukkan mengapa Yesus disebut sebagai Gembala yang Baik. Pemazmur dalam bacaan pertama juga mengisahkan pengalamannya bersama dengan Tuhan, Gembala dalam kehidupannya. Ada pemeliharaan, perlindungan, kelegaan yang diberikan oleh Sang Gembala atas kehidupan Pemazmur.

Konsep atau identitas Yesus sebagai Gembala yang baik ini tidaklah sulit untuk diterima oleh orang-orang Kristen saat ini. Banyak kisah dalam Alkitab juga menceritakan kebaikan sang Gembala itu. Justru kitalah yang kemudian patut bertanya pada diri kita masing-masing, apakah kita sudah menjadi domba yang baik? Domba yang baik sesuai dengan bacaan hari ini adalah mengenal dan mendengar suara gembalanya. Hal ini bicara soal pengenalan dan juga ketaatan. Dua hal yang perlu dipupuk juga dibangun. Sudahkah Suadra berupaya menjadi domba yang baik? Tuhan menolong. Amin

KOMUNITAS YANG DIPULIHKAN, DAN MEMULIHKAN

Renungan Minggu Ini 11 April 2021

 (Minggu II Paskah, Minggu Kedua)

KOMUNITAS YANG DIPULIHKAN, DAN MEMULIHKAN

(Kisah Para Rasul 4: 32-35 dan Yohanes 20: 19-31)

 

Kisah Tomas yang meragu ini adalah sebuah kisah yang sudah sering kita dengar. Ada yang mengatakan bahwa keraguan Tomas ini sebenarnya adalah sebuah kewajaran dan selalu ada kok orang seperti Tomas dalam komunitas manapun. Sosok yang realitis dan memerlukan bukti sebelum percaya. Yang menarik adalah, ketika Yesus menampakkan dirinya pada Tomas, kenapa Yesus tidak melakukannya secara pribadi di saat Tomas sendirian? Sebab dalam kisah lain dimana Yesus menampakkan diri-Nya, bukankah Dia melakukannya secara personal? Contohnya, seperti kepada Maria Magdalena?

Penulis Injil mencatat bahwa Tomas berjumpa Yesus di tengah komunitasnya. Mungkin saja, Yesus melihat bahwa keraguan itu bukan semata milih Tomas, namun justru keraguan itu adalah milik komunitas itu. Bukankah pintu mereka tertutup rapat? Menggambarkan selubung hati mereka yang juga tertutup keraguan dan ketakutan? Yesus bukan hanya memulihkan pribadi, namun Dia juga memulihkan komunitas pengikut-Nya. Bagaimana komunitas yang dipulihkan itu harus hidup? Bacaan pertama menunjukkan bahwa komunitas yang sudah dipulihkan, juga perlu belajar untuk memulihkan sesamanya dalam kesehatian. Kiranya Tuhan menolong. Amin.

JIKA YESUS TIDAK BANGKIT

Renungan Minggu Ini 18 April 2021

 (Mingg III Paskah, Minggu Ketiga)

JIKA YESUS TIDAK BANGKIT

(Kisah Para Rasul 3:12-19 dan Lukas 24:36b-48)

Jika Yesus tidak bangkit, apa yang akan terjadi? Pernahkah kita bertanya demikian? Jika Yesus tidak bangkit, ada beberapa kemungkinan yang muncul. Bisa jadi komunitas pengikut Kristus akan tercerai berai, hidup tanpa harapan dan diselubungi ketakutan terus menerus. Misi Allah melalui Yesus gagal. Dan misi Yesus yang telah berulangkali disampaikan pada para murid untuk meneruskan pekerjaan pelayanan, bisa jadi juga musnah.

Jika Yesus tidak bangkit, tentu Petrus tidak akan berani berkata dengan yakin seperti dalam bacaan hari ini, “Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.” Saudaraku, kebangkitkan Kristus bukan hanya menggenapi apa yang menjadi nubuat para nabi, lebih dari itu, kebangkitan Kristus, sesungguhnya adalah kebangkitan manusia dari keraguan, ketakutan menuju ketegaran hati sebagai saksi-Nya. Syukur kepada Allah, bahwa Kristus sungguh-sungguh bangkit, sehingga kemungkinan-kemungkinan buruk yang tadi disebutkan tidak terjadi. Jika demikian, apakah dampak kebangkita Kristus bagi hidup kita di masa kini? Amin.

MENJADI MANUSIA PASKAH

Renungan Minggu Ini 4 April 2021

 (Minggu I Paskah, Minggu Pertama)

MENJADI MANUSIA PASKAH

(1 Korintus 15:1-11 dan Yohanes 20:1-18)

 

. Paskah adalah inti iman orang percaya. Tanpa Paskah iman orang percaya akan sia-sia, artinya juga, jika Yesus tak bangkit, maka sia-sialah kepercayaan kita. Rasul Paulus juga mengatakan dengan jelas “Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah segala pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” (I Kor 15:4). Syukur kepada Allah, Kristus bangkit. Dampak yang dirasakan oleh para murid karena kebangkitan Kristus ini juga sangat luar biasa. Kebangkitan Kristus memberikan kuasa dan juga keberanian kepada setiap orang yang menyerahkan diri kepada Kristus dan mau terlibat dalam karya keselamatan yang diberikan.

Belajar dari pengalaman Maria Magdalena, Para Rasul dan Rasul Paulus melalui kesaksian mereka masing-masing, menguatkan kita sekarang ini bahwa kebangkitan Kristus memberikan dampak bagi siapapun yang mengamini karya keselamatan Allah. Dampak yang tercatat dalam kisah mereka adalah mereka telah merasakan perubahan hidup dari yang tanpa pengharapan menjadi penuh pengharapan; dari kebimbangan dan keprihatinan menjadi penuh keyakinan dan keberanian untuk menjalankan tugas panggilan Tuhan mengabarkan kabar sukacita kepada semua orang. Jika dampak Paskah begitu hebat atas diri orang-orang saat itu, apakah dampak Paskah bagi kita di hari ini? Amin