Renungan Minggu Ini 30Januari 2022
(Minggu Biasa, Minggu Kelima)
“KASIH MESTINYA MERENGKUH, BUKAN MENOLAK "
(1 Korintus 13:1-13, Lukas 4:21-30)
Apa pasalnya pengajaran Yesus yang indah dan diterima oleh banyak orang itu kemudian malah berujung pada penolakan dan upaya pembunuhan atas diri-Nya? Rupaya, orang-orang Nazaret menolak Yesus yang "hanya" anak Yusuf. Yusuf, ayah Yesus, memang seorang tukang biasa,, bukan sosok orang kaya, terhormat, atau bagian dari ulama. Karena itu, Yesus, anaknya pu mereka pandang seperti itu. Mereka menilai orang dari “kulitnya” saja. Itulah pangkal penolakan orang-orang di Nazaret terhadap Yesus. Padahal, kasih semestinya merengkuh, bukan menolak. Kasih tidak menilai orang dari luarnya saja, melainkan melihat manusia secara utuh.
Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus menguraikan berbagai karakter kasih, karena ia melihat bahwa di tengah jemaat itu, kasih belum benar-benar mewujud. Terjadinya konflik akibat favoritisme rasul memecah jemaat itu, dan membuat kalangan yang satu menolak yang lain. Tentu bukan seperti itu yang namanya kasih.Kasih mestinya merengkuh, bukan menolak. Kalau di tengah jemaat ada yang mengklaim, “Kula ndherek Paulus” dan ada yang menyatakan, “Saya ikut Apolos”, maka sesungguhnya kasih belum benar-benar dipahami. Setiap orang masih sebatas mengikuti ego dan seleranya masing-masing – bukan ikut kehendak Kristus.
Sudahkah kasih menjadi perekat persekutuan di tengah jemaat kita? Sudahkah kita saling merengkuh satu sama lain tanpa membeda-bedakan? Sudahkah kita bias menerima semua pelayan Tuhan yang melayani di tengah jemaat kita? Semoga demikian. Tuhan memberkati