ROH KUDUS MERENGKUH KITA MENJADI ANAK-ANAK ALLAH

Baptisan Yesus bukanlah tanda pertobatan, karena Ia tidak membutuhkan pertobatan. Pembaptisan-Nya adalah momen di mana Allah, Sang Bapa, merengkuh Yesus sebagai Anak-Nya di dalam hakikat kemanusiaan-Nya, juga momen di mana Bapa mengaruniakan Roh Kudus bagi-Nya. Melalui baptisan yang Yohanes layankan, Roh Kudus merengkuh Yesus di dunia sebagai Anak Allah. Eksistensi Yesus sebagai Sang Anak, dengan demikian menjadi nyata di sorga maupun di dunia. Peristiwa trinitaris ini demikian penting, hingga Petrus dan Yohanes diutus untuk mendoakan komunitas di Samaria yang sudah dibaptis, agar mereka juga beroleh Roh Kudus. Dengan baptisan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, setiap orang percaya direngkuh menjadi anak-anak Allah. Dengan demikian, sebagaimana Kristus, setiap pengikut-Nya juga ditarik ke dalam karya Allah di dunia.

Jika Allah sedemikian kasih-Nya merengkuh manusia yang rapuh, bukankah kita – anak-anak Allah – juga harus mewujudnyatakan rengkuhan Allah itu bagi sesama, khususnya yang rapuh dan membutuhkan pertolongan? Jangan hanya meminta Allah untuk berkarya dalam hidup kita. Ingat juga bahwa Allah menarik kita dalam persekutuan dengan Tritunggal Kudus untuk hidup dalam karya-Nya di dunia. Menutup rangkaian Masa Adven dan Natal, hari ini kita diingatkan bahwa Roh Kudus telah merengkuh kita menjadi anak-anak Allah untuk menyatakan kebajikan bagai sesama. Walau kita rapuh, namun Roh-Nya memampukan. Tuhan memberkati